SUMENEP – Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Pertanian (FP) Universitas Wiraraja (UNIJA) Tahun 2026 tidak hanya menjadi momentum pengenalan lingkungan akademik bagi mahasiswa baru, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan lingkungan.
Salah satu kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian PKKMB FP UNIJA adalah bakti sosial berupa penyaluran bantuan perlengkapan cuci tangan kepada masyarakat dan lembaga pendidikan. Bantuan tersebut merupakan hasil kreativitas mahasiswa baru melalui pelatihan pengolahan limbah kulit buah menjadi sabun cair cuci tangan.
Kegiatan bakti sosial tersebut menyasar dua lokasi, yakni SMKN 1 Sumenep dan Kantor Desa Patean, Kabupaten Sumenep.
Bantuan perlengkapan cuci tangan untuk SMKN 1 Sumenep diterima langsung oleh Kepala SMKN 1 Sumenep, Sucipto, S.Pd., M.Pd. Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Ketua BEM FP Cahya Agil Maulana.
Sementara itu, bantuan kedua diserahkan kepada Kantor Desa Patean, Sumenep, dan diterima langsung oleh Kepala Desa Patean, Mohammad Nurullah. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Ketua Pelaksana PKKMB Fakultas Pertanian UNIJA Tahun 2026, Muhammad Rizky Alif Musthafa.
Menurut Rizky, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Fakultas Pertanian UNIJA untuk membangun karakter mahasiswa baru sekaligus mendorong mereka agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan, serta kemampuan berinovasi mahasiswa baru Fakultas Pertanian Tahun 2026. Kegiatan bakti sosial ini sejalan dengan tema PKKMB FP, yaitu Membangun Karakter, Menumbuhkan Inovasi, Mewujudkan Generasi Pertanian yang Berdampak,” ujar Rizky.
Salah satu bentuk inovasi yang dikembangkan dalam kegiatan tersebut adalah pemanfaatan limbah organik berupa kulit buah menjadi sabun cair cuci tangan. Limbah kulit buah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa baru tidak hanya memperoleh pengalaman dalam mengolah limbah, tetapi juga diperkenalkan pada konsep pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan. Pengolahan limbah organik menjadi produk bernilai guna menjadi salah satu bentuk penerapan prinsip ekonomi sirkular, di mana limbah dapat dimanfaatkan kembali sehingga memiliki nilai tambah.
Ketua Pelaksana PKKMB FP UNIJA, Muhammad Rizky Alif Musthafa, menambahkan bahwa proses pembuatan sabun cuci tangan dilakukan secara langsung oleh mahasiswa baru angkatan 2026. Kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran mahasiswa bahwa inovasi sederhana dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
Sementara itu, Agil menyampaikan bahwa seluruh rangkaian PKKMB Fakultas Pertanian UNIJA Tahun 2026 telah terlaksana dengan baik. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial penyambutan mahasiswa baru, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata.
“PKKMB Fakultas Pertanian Tahun 2026 dengan tema Membangun Karakter, Menumbuhkan Inovasi, Mewujudkan Generasi Pertanian yang Berdampak telah terlaksana dengan baik,” ungkap Agil.
